| |
Seperti kita, sayuran dan kacang - kacangan tumbuh dari tanah. Hewan ternak yang menghasilkan daging dan susu memakan dan hidup dari tamanan yang juga tumbuh dari tanah. Kenyataan itu membuktikan bahwa mineral berasal dari dalam tanah. Maka kondisi mineral didalam tubuh kita, secara tidak langsung juga tergantung pada tanah.
Kerusakan lingkungan dan berbagai pencemaran mengakibatkan jumlah dan variasi mineral yang dikandung tanah semakin berkurang atau dalam kondisi tidak seimbang. Sebagai contoh, penggunaan pupuk buatan yang hanya mengandung beberapa jenis mineral, akan mengakibatkan hasil pertanian kekurangan/kehilangan mineral tertentu.
Akibat aktifitas kehidupan - antara lain kegiatan perladangan modern (pemupukan dan pestisida) dan pergerakan zat cair bumi - maka mineral dan unsur - unsur lain yang terkandung didalam tanah, akan terlarutkan dan mengikuti aliran air menuju laut.
|
|
| |
Variasi kandungan mineral pada tumbuhan
Tiga orang peneliti yaitu Firman E. Bear, Stephen J. Toth dan Arthur L. Prince melaporkan bahwa kadar prosentase abu dan setiap jenis kandungan abu dari setiap species/jenis tumbuhan sangat beragam. Keragaman ini bergantung pada jenis dan usia tumbuhan serta kondisi lingkungan tempat tumbuhan tersebut dibudidayakan.
Dari berbagai penelitian, dapat dipahami bahwa nilai kation dan anion mineral didalam tumbuhan merupakan suatu gambaran kondisi lingkungan tempat tanaman itu tumbuh. Faktor - faktor lingkungan yang paling besar memberikan pengaruhnya adalah jenis tanah, praktek pemupukan dan iklim/cuaca.
Contoh nyata dari ketiga jenis faktor pengaruh tersebut dapat ditemukan dari bagian utara keselatan dan dari bagian timur ke barat Amerika Serikat. Variasi faktor pengaruh lingkungan itu terhadap komposisi kandungan mineral sayur sayuran dari daerah utara ( Georgia) sampai ke New York (Long Island) dan sepanjang pantai Atlantic serta sampai kewilayah barat (Colorado) menjadi bahan penelitian Firman dkk.
|
|